Cakrawala Indonesia https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala <p>Cakrawala Indonesia is a peer-reviewed scientific open access journal, with ISSN 2527-5151 (print) dan 2686-6471 (online). It has been published since 2016 by the Department of Indonesia Language Education and Literature, STKIP Muhammadiyah Rappang. The institution be an Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang in 2019. It is issued semiannually: in Mei and Nopember.</p> <p><strong>Cakrawala Indonesia</strong>&nbsp;is accredited as a rank 4 national journal <strong>(Sinta 4)</strong> based on the decision of the General Director of Strengthening Research and Management, Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia&nbsp;<a href="https://drive.google.com/file/d/1wPZm4cmk5Y_3nBAdRTFg7W2z11meMvia/view?usp=share_link">Number: 204/E/KPT/2022</a>. The status of&nbsp;<strong>Cakrawala Indonesia</strong>&nbsp;accreditation is valid until Volume 9 Number 2 of 2024<strong>.</strong></p> Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang en-US Cakrawala Indonesia 2527-5151 <p>Retained Rights/Terms and Conditions of Publication</p> <p><strong>As an author you (or your employer or institution) may do the following:</strong></p> <ul> <li class="show">Make copies (print or electronic) of the article for your own personal</li> <li class="show">Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement" prior to the article publication</li> </ul> Simbol-Simbol Perlawanan Perempuan dalam Film Biografi : Analisis semiofeminisme Terhadap Kartini (2017) https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2492 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana sosok wanita tangguh direpresentasikan dalam film Kartini (2017) karya Hanung Bramantyo, dengan menggunakan pendekatan semiofeminisme. Pendekatan ini merupakan perpaduan antara teori semiotika dan feminisme yang digunakan untuk menganalisis tanda-tanda visual dan naratif yang menggambarkan perempuan dalam konteks ketidaksetaraan gender. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, serta studi pustaka. Analisis data memanfaatkan teori semiotika dari John Fiske yang mencakup tiga level kode: realitas, representasi, dan ideologi. Hasil temuan menunjukkan bahwa film ini menggambarkan karakter perempuan yang berpikiran tajam, berani menyuarakan pendapat, dan gigih dalam memperjuangkan kesetaraan, terutama dalam hal pendidikan dan kebebasan dari nilai-nilai patriarki. Unsur-unsur seperti busana tradisional, ruang yang membatasi gerak, pencahayaan, ekspresi wajah, hingga dialog tokoh, menjadi elemen simbolik yang memperkuat makna perjuangan perempuan. Film Kartini tidak hanya menampilkan tokoh sejarah, tetapi juga mengangkatnya sebagai lambang perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan ketimpangan gender. Melalui pendekatan semiofeminisme, film ini menyampaikan pesan ideologis tentang pentingnya emansipasi dan pemberdayaan perempuan. Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan bagi pengembangan kajian sastra, budaya, serta memperdalam pemahaman &nbsp;tentang peran media dalam membentuk konstruksi sosial dan kesadaran gender.</p> Nina Noviana ##submission.copyrightStatement## 2026-04-30 2026-04-30 11 1 1 11 10.55678/jci.v11i1.2492 Campur Kode Pengguna Media Sosial X dalam Akun Tanyarlfes: Kajian Sosiolinguistik https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2430 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dilatarbelakangi olehnya fenomena campur kode merupakan masalah yang sering terjadi pada masyarakat pengguna media sosial yang sering dianggap sepele. Padahal hal ini dapat menghambat pemahaman lawan tutur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui campur kode pengguna media sosial </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">X</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dalam akun </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tanyarlfes.</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi, dan teknik pencatatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah klasifikasi, analisis, interpretasi, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kategori campur kode penyisipan, yaitu campur kode penyisipan kata berjumlah 39 data dan campur kode penyisipan frase 22 data. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia pengguna media sosial cenderung menggunakan kata-kata yang lebih singkat dan selalu menciptakan gaya berbahasa baru dengan mengadopsi berbagai macam bahasa. Perbedaan latar belakang menciptakan ruang berkembangnya campur kode sebagai strategi komunikasi antarpenutur.</span></span></p> Winalda Tahir Muhlis Muhlis Sitti Hasriyati Anies Ahmad Ghazali Samad Nurcaya Nurcaya ##submission.copyrightStatement## 2026-05-05 2026-05-05 11 1 12 25 10.55678/jci.v11i1.2430 Tindak Tutur Ekspresif dalam Video Podcast pada Kanal YouTube Suara Berkelas https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2221 <p>Penelitian ini mengkaji tindak tutur ekspresif dalam video <em>podcast</em> pada Kanal <em>YouTube</em> Suara Berkelas sebagai salah satu bentuk komunikasi digital. <em>Podcast</em> memberikan ruang interaksi yang memungkinkan penutur mengekspresikan emosinya secara terbuka. Tujuan penelitian ialah mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dari pembawa acara maupun narasumber <em>podcast</em> dengan mengacu pada teori tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle (1979). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data berupa dialog penutur berdasarkan video <em>podcast</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam <em>podcast</em> Suara Berkelas memuat bentuk tindak tutur ekspresif ucapan selamat, terima kasih, minta maaf, pujian, kecaman, dan belasungkawa. Selanjutnya, tindak tutur ekspresif dalam <em>podcast</em> berfungsi mengekspresikan rasa senang, rasa syukur, rasa bersalah, rasa kagum, rasa tidak suka, dan rasa simpati. Hal ini menegaskan bahwa tindak tutur ekspresif berperan penting dalam komunikasi digital untuk mengungkapkan keadaan psikologis dan perasaan penutur. Penggunaan tindak tutur ekspresif membuat <em>podcast</em> menjadi lebih menarik dan bermakna sebab penonton tidak sekadar memperoleh informasi tapi juga melihat respon pembicara terhadap topik yang diangkat dalam <em>podcast</em>.</p> Andi Amalia Aswati Asri Sulastriningsih Djumingin ##submission.copyrightStatement## 2026-05-05 2026-05-05 11 1 26 38 10.55678/jci.v11i1.2221 Mengurai Kekeliruan Konseptual: Membedah Perbedaan Mendasar Antara Metode dan Metodologi dalam Penelitian Ilmiah Berkualitas https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2332 <p>Dalam ekosistem penulisan ilmiah, baik dalam format laporan penelitian maupun artikel jurnal, kekeliruan dalam penggunaan istilah "metode" dan "metodologi" masih sering terjadi. Keduanya sering dianggap sinonim dan digunakan secara bergantian, padahal secara konseptual memiliki makna yang fundamental berbeda. Artikel ini bertujuan untuk mengurai kekeliruan tersebut secara tuntas, menjelaskan perbedaan dan persamaan keduanya, serta menggarisbawahi urgensi pemahaman yang benar bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa. Dengan merujuk pada pandangan para ahli terkemuka dan didukung oleh literatur metodologi kontemporer, artikel ini menyajikan pembahasan komprehensif mengenai dimensi filosofis, strategis, dan teknis yang membedakan keduanya. Penguasaan perbedaan konseptual ini ditegaskan sebagai salah satu pilar utama dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas tinggi, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.</p> Sahril Nur Haryanto Atmowardoyo Geminastiti Sakkir ##submission.copyrightStatement## 2026-05-05 2026-05-05 11 1 39 45 10.55678/jci.v11i1.2332 Dua Sisi Akulturasi Bahasa: Dampak Budaya Yogyakarta-Korea pada Novel Langit Goryeo Teori John W. Berry https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2217 <p>Penelitian ini menganalisis dampak akulturasi bahasa dalam novel <em>Langit Goryeo</em> karya Berliana Kimberly, yang merepresentasikan perpaduan budaya Yogyakarta dan Korea. Dengan menerapkan teori akulturasi dari John W. Berry, fokus penelitian diarahkan pada identifikasi dampak positif dan dampak negatif. Adapun dampak positif, meliputi bilingualisme, multibahasa, penyesuaian psikologis dan sosial, serta keuntungan kognitif, lalu pada dampak negatif, seperti kehilangan bahasa, isolasi dan hambatan, &nbsp;serta kehilangan bahasa ganda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data bersumber dari narasi dan dialog dalam novel. Hasil penelitian tersebut menunjukkan dominasi dampak positif, mengindikasikan bahwa akulturasi bahasa dalam konteks ini cenderung menghasilkan <em>outcome</em> yang konstruktif. Selain itu, adanya data non-dominan pada dampak negatif menunjukkan bahwa novel ini relevan dengan strategi integrasi Berry. &nbsp;Hal ini menyiratkan pesan, adaptasi antarbudaya, ketika dijalani dengan tepat dan didukung oleh lingkungan yang positif, tidak harus berujung pada penderitaan atau kehilangan identitas, melainkan dapat menjadi katalisator bagi pengayaan diri dan pemahaman lintas budaya.</p> Indah Baso Andi Sahtiani Jahrir Salam Salam ##submission.copyrightStatement## 2026-05-11 2026-05-11 11 1 46 58 10.55678/jci.v11i1.2217 Analisis Wacana Nilai Moral dalam Video Animasi Cerita Ubay dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2709 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam video animasi cerita Ubay serta menganalisis relevansinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia . Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana dan pragmatik. Data berupa dialog dan adegan dalam video animasi yang dianalisis berdasarkan struktur wacana, tindak tutur, prinsip kerja sama, dan kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wacana dalam video animasi tersusun secara sistematis melalui tahapan orientasi, komplikasi, dan resolusi. Selain itu, ditemukan berbagai jenis tindak tutur, seperti ekspresif, direktif, dan representatif, serta penggunaan implikatur dalam dialog. Prinsip kerja sama dan kesantunan berbahasa juga terpenuhi dalam interaksi antar tokoh. Nilai moral yang terkandung dalam cerita meliputi saling memaafkan, tanggung jawab, empati, dan kerukunan. Nilai-nilai tersebut disampaikan secara implisit dan eksplisit melalui alur cerita dan dialog. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa video animasi memiliki relevansi yang kuat dengan pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam pengembangan keterampilan menyimak, berbicara, pemahaman teks naratif, serta penanaman nilai karakter. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa video animasi tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang mampu mengintegrasikan pembelajaran bahasa dengan penanaman nilai moral secara efektif pada siswa.</p> Ramadhan Kusuma Yuda Dewi Leni Mastuti Elya Sasena ##submission.copyrightStatement## 2026-05-12 2026-05-12 11 1 59 76 10.55678/jci.v11i1.2709 Peningkatan Keterampilan Berpidato dengan Menerapkan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Campalagian https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/cakrawala/article/view/2387 <p>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpidato siswa melalui penerapan metode demonstrasi. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini mengacu pada teori keterampilan berbicara dan berpidato yang dikemukakan oleh Henry Guntur Tarigan, Safari, serta teori metode demonstrasi menurut Joyce &amp; Weil. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 32 siswa kelas VIII C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes keterampilan berpidato. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada keterampilan berpidato siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 70,96 dengan tingkat ketuntasan sebesar 37,50%. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik, dengan nilai rata-rata 82,18 dan ketuntasan belajar mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi efektif dalam membantu siswa meningkatkan penguasaan materi, intonasi, ekspresi, kelancaran berbicara, serta rasa percaya diri saat berpidato.</p> Marwah Al Mukarramah Anshari Anshari Sakaria Sakaria ##submission.copyrightStatement## 2026-05-13 2026-05-13 11 1 77 88 10.55678/jci.v11i1.2387