Evaluation of the Organoleptic Quality of Fresh Sea Fish Based on SNI 2729:2013 at Legi Songgolangit Market, Ponorogo Regency
Evaluasi Kualitas Organoleptik Ikan Laut Segar Berdasarkan SNI 2729:2013 di Pasar Legi Songgolangit Kabupaten Ponorogo
Abstract
This study aims to evaluate the freshness level of sea fish sold at Legi Songgolangit Market, Ponorogo Regency. The method used in this study is a survey and interview with a purposive sampling technique. Fish quality assessment refers to SNI 2729: 2013 for five types of fresh fish, namely tuna (Thunnus sp.), mackerel (Scomberomorus commerson), salmon (Oncorhyncus masou), mackerel (Restrelliger sp.), and squid (Loligo sp.), with three samples of each. The parameters observed include the condition of the eyes, gills, meat texture, aroma, and body mucus with a score of 1-9. The results of the study showed that tuna, mamckerel, and salmon experienced a decline in quality with an average organoleptic value of 4-5, while mackerel and squid had a better freshness level with an average value of 8. This shows that the freshness level of fish at Legi Songgolangit Market varies between types of fish, so better post-harvest handling is needed to maintain the quality of fish in traditional markets.
References
Arianto, D., & Dewi, N. (2022). Analisis perubahan mutu ikan segar selama penyimpanan pada suhu rendah. Jurnal Teknologi Hasil Perikanan, 11(2), 55–63. https://journal.univ.ac.id/index.php/jthp
Badan Standardisasi Nasional. (2013). SNI 2729:2013 – Ikan segar. Badan Standardisasi Nasional. https://jp2gi.org/SNI2729.pdf
Food and Agriculture Organization of the United Nations. (1995). Code of conduct for responsible fisheries. FAO. https://www.fao.org/3/v9878e/v9878e.pdf
Hidayat, M., Nuraini, S., & Lestari, P. (2020). Aktivitas enzim proteolitik pada ikan laut selama proses pembusukan pascatangkap. Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan, 8(1), 12–20.
Irawan, A. (1997). Pengawetan ikan dan hasil perikanan: Cara mengolah dan mengawetkan secara tradisional dan modern (Edisi ke-2). CV Aneka. https://lib.unsoed.ac.id
Liviawaty, E. (2010). Mikrobiologi ikan dan hasil perikanan. Alfabeta.
Murniyati, A. S., & Sunarman, S. (2000). Pendinginan, pembekuan, dan pengawetan ikan. Kanisius. https://opac.perpusnas.go.id
Putri, D. A., Rahmadani, S., & Syahrul, F. (2021). Perubahan warna insang dan tekstur daging sebagai indikator kesegaran ikan laut segar. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tropis, 13(3), 171–179. https://doi.org/10.14710/jitpt.13.3.171-179
Rachmawati, R., Pratama, L., & Nugroho, A. (2023). Identifikasi penurunan kesegaran ikan berdasarkan parameter fisik dan kimia selama penyimpanan suhu ruang. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 12(1), 45–54.
Saputra, A. D., Anggraini, F. A., & Himmati, A. (2025). Evaluasi kualitas organoleptik ikan laut segar berdasarkan SNI 2729:2013 di Pasar Legi Songgolangit Kabupaten Ponorogo. Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan, 5(2), 51–61. https://doi.org/10.55678/jikan.v5i2.2306
Wulandari, D., & Saputra, A. D. (2022). Penerapan rantai dingin sederhana untuk menjaga mutu ikan di pasar tradisional. Jurnal Teknologi dan Industri Hasil Perikanan, 10(4), 250–258. https://journal.univ.ac.id/index.php/jtihp
Yuliani, S., Hasanah, N., & Fitri, L. (2023). Pengawasan kualitas ikan segar di pasar tradisional dalam menjaga keamanan pangan. Jurnal Mutu dan Keamanan Pangan, 9(2), 115–123.




