Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip
<p>Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan sebagai sarana dalam menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah bidang Peternakan. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Penerbitan jurnal dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Karya Ilmiyah yang dimuat pada jurnal ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam menunjang perkembangan penelitian mengenai peternakan dan menjadi masukan bagi para pelaku usaha Peternakan.</p>Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappangen-USJurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan2775-7889EFEKTIVITAS EKSTRAK TOMAT (Solanum lycopersicum) TERHADAP SIFAT FISIK DAN HEDONIK DAGING SAPI
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2522
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah tomat sebagai terhadap sifat fisik dan hedonik daging sapi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 selama satu minggu di Laboratorium Dasar Jurusan Ilmu-ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Materi penelitian menggunakan daging sapi yang dipotong kecil dengan berat 100 gram. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (termasuk perlakuan kontrol tanpa perendaman) dan 5 ulangan dimana setiap perlakuan dan ulangan terdapat lima potong (irisan) daging sapi. Perlakuan yang diberikan yaitu lama perendaman terhadap daging sapi selama 0 jam atau tanpa perendaman (P0), perendaman selama 1 jam (P1), perendaman selama 3 jam (P2) dan perendaman selama 5 jam (P3) dan perendaman selama 7 jam (P4). Sifat fisik daging yang diamati yaitu pH daging, sedangkan kualitas hedonik yang diamati yaitu warna, rasa, aroma dan keempukan (tekstur) daging. Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjutan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (<em>Duncan Multiple Range Test </em>- DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa kualitas fisik dalam hal ini pH daging dan sifat hedonik yaitu warna, rasa, aroma dan tekstur daging menunjukkan pengaruh yang berbeda yang sangat nyata setelah direndam dengan ekstrak buah tomat. Hasil pengujian lanjutan menggunakan uji jarak berganda Duncan (<em>Duncan Multiple Range Test </em>atau DMRT) menunjukkan bahwa daging sapi dengan perlakuan setelah mengalami perendaman selama 3 jam dan 5 jam menghasilkan nilai pH yang ideal. Daging sapi dengan perlakuan perendaman selama 3 jam dan 7 jam menghasilkan warna daging yang berbeda nyata dan memberikan hasil yang paling baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Daging yang mengalami perlakuan perendaman selama 3 jam menghasilkan rasa dan aroma yang paling baik dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Daging sapi dengan perlakuan perendaman selama 3 jam dan 7 jam tidak berbeda nyata dan secara bersama-sama menghasilkan tekstur yang paling disukai oleh panelis.</p>Wahyu SulistyoIshak KorompotWidyawati H UmarSusan MokoolangWidiyastuti Ardiansyah
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-2462788710.55678/jstip.v6i2.2522TINGKAT KESUKAAN DAN KELAYAKAN EKONOMI SUSU KAMBING PASTEURISASI
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2622
<p>This study aimed to evaluate consumer acceptance and economic feasibility of pasteurized goat milk as a value-added dairy product. Fresh goat milk was processed using a standardized pasteurization procedure and subsequently evaluated through sensory hedonic testing and economic analysis. Sensory evaluation was conducted by untrained panelists using a five-point hedonic scale to assess aroma, taste, color, and texture. Sensory data were analyzed descriptively and inferentially using analysis of variance, while economic feasibility was evaluated based on production costs, revenue, and the R/C ratio. The results indicated that all sensory attributes were rated from moderately liked to liked. Taste and texture obtained the highest mean scores and showed significant differences (p < 0.05), indicating their dominant role in consumer acceptance. Aroma was also significantly affected, although its acceptance level remained moderate, while color showed no significant difference (p > 0.05) and functioned as a supporting attribute. Economically, production costs were dominated by fresh goat milk; however, total revenue exceeded total costs, resulting in an R/C ratio greater than one. These findings demonstrate that pasteurized goat milk is both sensorially acceptable and economically feasible for small-scale development.</p>Wahyu SulistyoIshak Korompot
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-2462889310.55678/jstip.v6i2.2622PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN PAPAYA MUDA (Carica papaya L) TERHADAP KUALITAS DAGING AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus)
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2329
<p>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain yang berasal dari getah pepaya muda (<em>Carica papaya L</em>.) terhadap kualitas fisik dan organoleptik daging ayam kampung (<em>Gallus domesticus</em>). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan, yaitu konsentrasi getah pepaya 0%, 1%, 1,5%, dan 2%, masing-masing diulang sebanyak lima kali. Sampel daging ayam kampung bagian dada dan paha dimarinasi selama 30 menit, kemudian diuji kualitas fisiknya (pH, daya ikat air, susut masak, dan daya putus daging) serta dilakukan uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur) oleh 30 panelis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penambahan getah pepaya tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kualitas fisik maupun organoleptik daging ayam kampung. Dengan demikian, penggunaan enzim papain hingga konsentrasi 2% dengan lama marinasi 30 menit belum efektif dalam meningkatkan kualitas daging ayam kampung, namun tetap berpotensi digunakan sebagai bahan pengempuk alami sehingga diperlukan pengoptimalan konsentrasi dan waktu marinasi lebih lanjut.</p>ALIYAH PUTRI ADILLAH ZAINALAnas QurniawanIrmawaty IrmawatySuci Ananda
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-24629410210.55678/jstip.v6i2.2329EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SEBAGAI DESINFEKTAN ALAMI PADA PENETASAN TELUR PUYUH
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2640
<p><em>Hatchery egg sanitation is a crucial step to prevent microbial contamination that could disrupt the hatching process</em><em>. This study aims to examine the effect of Morinda citrifolia lignosae leaf extract as a natural disinfectant on the fertility, hatchability, hatch weight, and mortality of quail eggs (Coturnix coturnix japonica). The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: P0 (control), P1 (30% extract), P2 (50% extract), and P3 (70% extract), each replicated four times with 10 eggs per replication. The leaf extract was processed using maceration with 96% ethanol and applied to the eggs via wiping before incubation. The results showed that the leaf extract treatments significantly affected fertility (P<0.05) but did not significantly influence hatchability, hatch weight, or mortality. The 50% concentration yielded the highest fertility (95%) and the lowest mortality (21.05%). This study highlights the potential of Morinda citrifolia lignosae leaf extract as an eco-friendly alternative disinfectant to improve the quality and productivity of quail eggs.</em></p> <p><em> </em></p>Padilah LukmanMuhammad Nur HidayatRusny RusnyKhaerani Kiramang
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246210311010.55678/jstip.v6i2.2640ANALISIS DAYA SAING EKSPOR PRODUK SUSU INDONESIA DAN MALAYSIA
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2679
<p>Susu merupakan produk hasil ternak bernilai biologis tinggi yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan air dalam komposisi yang relatif seimbang. Peningkatan peran strategis komoditas susu dalam ekspor subsektor peternakan Indonesia serta intensifikasi persaingan dengan Malaysia di pasar kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) menuntut evaluasi komprehensif terhadap daya saing kedua negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan keunggulan komparatif serta dinamika posisi pasar ekspor susu Indonesia dan Malaysia periode 2019–2023. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data tahunan dari Trade Map, World Bank, dan FAOSTAT. Daya saing diukur menggunakan metode <em>Revealed Comparative Advantage</em> (RCA) dan <em>Export Product Dynamics</em> (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing ekspor susu Indonesia dan Malaysia di pasar Brunei Darussalam, Hong Kong, dan Singapura mengalami fluktuasi selama 2019–2023. Indonesia menunjukkan keunggulan komparatif yang lebih stabil, khususnya di Brunei Darussalam pada tahun 2023 dengan nilai RCA 41,35, di Hong Kong 1,21, dan di Singapura 0,61, serta didukung oleh peningkatan potensi pertumbuhan yang tercermin dari posisi <em>Rising Star</em> pada indikator EPD. Sebaliknya, Malaysia mengalami penurunan keunggulan komparatif pada tahun 2023, dengan nilai RCA 2,86 di Brunei Darussalam, 0,00 di Hong Kong, dan 1,38 di Singapura. Meski demikian, Malaysia masih memiliki ruang untuk memperbaiki kinerjanya, karena analisis EPD menunjukkan bahwa ketiga pasar tersebut tetap menawarkan peluang pertumbuhan yang dapat dioptimalkan melalui strategi ekspor yang lebih kompetitif. Saran untuk penelitian lanjutan yakni dengan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi perbandingan daya saing ekspor susu Indonesia dan Malaysia.</p>Rama AzhariDian Retno IntanMohd Zaffrie
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246211112110.55678/jstip.v6i2.2679ANALISIS MIKROKLIMAT KANDANG TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2687
<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Milk production in dairy cattle is influenced by several factors, including barn microclimate conditions such as air temperature and relative humidity. Environmental conditions outside the comfort zone of dairy cows may cause heat stress which can reduce milk productivity. This study aimed to analyze the effect of barn microclimate conditions represented by air temperature, relative humidity, and Temperature Humidity Index (THI) on the milk production of Friesian Holstein dairy cows. The research used a quantitative descriptive approach through direct observation of barn microclimate conditions and recording of daily milk production. The observed parameters included air temperature, relative humidity, THI values, and milk production per cow per day. Data analysis was carried out using descriptive analysis and multiple linear regression to determine the relationship between microclimate variables and milk production. The results showed that barn microclimate conditions at certain times were categorized as mild to moderate heat stress, with THI values approaching or exceeding the comfort threshold for dairy cows. However, the analysis indicated that variations in air temperature, relative humidity, and THI did not significantly affect the milk production of Friesian Holstein dairy cows. Milk yield remained relatively stable and was more influenced by other factors such as management practices, feeding, and the lactation stage of the animals. Therefore, proper management of barn microclimate remains important to maintain animal comfort and support stable milk production... Results: Provide a brief summary of the results and findings.</em></p> <p><em><strong>Key words:</strong> animal comfort; dairy productivity; heat stress; humidity; temperature rief summary of the results and findings.</em></p>WAHYU SETIAWAN SHAPUTRAFitria Nur AiniJoko Gagung SunaryonoSad Likah
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246212212910.55678/jstip.v6i2.2687PENINGKATAN SIFAT FUNGSIONAL BAKSO SAPI DENGAN PENAMBAHAN DAUN KEMANGI (OCIMUM BASILICUM) SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2705
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan mengembangkan bakso daging sapi sebagai pangan fungsional melalui penambahan daun kemangi ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ocimum basilicum</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ) sebagai sumber antioksidan alami, guna meningkatkan nilai gizi tanpa menurunkan penerimaan konsumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%) dan lima ulangan. Analisis proksimat dan aktivitas antioksidan dilakukan secara deskriptif kuantitatif, sedangkan uji kesukaan menggunakan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kruskal-Wallis</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> dan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Mann-Whitney</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Penentuan formulasi terbaik dilakukan dengan metode indeks efektivitas De Garmo. Hasil menunjukkan penambahan daun kemangi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap karakteristik sensori. Perlakuan terbaik adalah P1 (5%) dengan keseimbangan optimal antara nilai gizi, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan. Oleh karena itu, formulasi ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional yang sehat dan bernilai ekonomis.</span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci: bakso, daun kemangi, analisis tingkat kesukaan, proksimat, antioksidan</span></span></p>Zahro'atus Anggika Pujianto
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246213014910.55678/jstip.v6i2.2705PENAMBAHAN DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus) PADA NUGGET AYAM TERHADAP TINGKAT KESUKAAN DAN KANDUNGAN GIZI
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2708
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan daun kenikir terhadap tingkat kesukaan (hedonik) dan kandungan gizi pada produk nugget ayam. Daun kenikir diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif salah satunya kuersetin yang berpotensi membantu meningkatkan nafsu makan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu P0: tanpa penambahan daun kenikir (0%), P1: penambahan daun kenikir 5%, P2: penambahan daun kenikir 10%, dan P3: penambahan daun kenikir 15%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji <em>Kruskal-Wallis</em> dan dilanjut dengan uji <em>Mann-Whitney</em>. Hasil analisis data uji hedonik menunjukkan bahwa penambahan daun kenikir berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasa, warna, aroma, dan tekstur. Berdasarkan hasil uji <em>De Garmo</em> untuk mengetahui perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan P1 yaitu penambahan daun kenikir 5% yang memiliki kandungan kadar protein sebesar 11,96%; kadar lemak 6,55%; kadar air47,62%; kadar abu 1,91%, dan karbohidrat 31,96%.</p>Dewi Fatma Dwi PuspitaNovita Dewi Kristanti
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246215016010.55678/jstip.v6i2.2708ANALISIS MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BROILER FASE STARTER PADA KADANG CLOSED HOUSE DI DESA ABBUMPUNGENG KECAMATAN CINA KABUPATEN BONE
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2720
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen pemeliharaan ayam broiler fase <em>starter</em> pada kandang <em>Closed</em> <em>House</em> di desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone terhadap peningkatan perfoma produksi dan menganalisis hubungan antara variabel performa produksi terhadap lingkungan, pakan dan kesehatan, serta kekurangan dalam manajemen pemeliharaan. Proses pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara dan pencatatan. Variabel yang diamati meliputi lingkungan, pakan, kesehatan dan performa produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban berada dalam kisaran optimal, <em>litter</em> dalam kondisi kering dan terkontrol, <em>brooding</em> dan kepadatan kandang sesuai standar pemeliharaan, pemberian pakan telah sesuai dengan kebutuhan nutrisi ayam pada fase <em>starter</em> serta penerapan <em>biosecurity</em> dilaksanakan dengan baik. Secara produksi, pada minggu ke-3 diperoleh <em>Feed Intake</em> kumulatif sebesar 1.408 g/ekor, <em>Body Weight</em> 986 g/ekor, PBB 63.57 g/ekor dan FCR 1,26. Nilai tersebut menunjukkan performa produksi yang tergolong baik sesuai dengan <em>standar strain cp 707</em>. Berdasarkan Hasil penelitian, manajemen pemeliharaan ayam broiler pada kandang <em>Closed House </em>di desa Abbumpungneg, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, telah sesuai dengan standar pemeliharaan dan ketentuan SNI, serta berpengaruh nayata terhadap peningkatan performa produksi ayam broiler fase <em>starter.</em></p>Irmayani IrmayaniSahrani SahraniRasbawati RasbawatiMunir Munir
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246216117110.55678/jstip.v6i2.2720KONSUMSI PROTEIN DAN SERAT KASAR PADA DOMBA YANG DIBERI SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH DAN KUNYIT
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2772
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung bawang putih (Allium sativum) dan tepung kunyit (Curcuma longa) terhadap konsumsi protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) pada domba ekor tipis jantan. Sebanyak 18 ekor domba jantan berumur 7–8 bulan digunakan dalam penelitian ini dan dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan: P0 (pakan basal tanpa suplementasi), P1 (pakan basal + 2% tepung bawang putih), dan P2 (pakan basal + 2% tepung bawang putih + 3% tepung kunyit). Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar dan serat kasar. Konsumsi protein kasar tertinggi terdapat pada kelompok P1 (117,2 ± 3,06 g/ekor/hari), disusul oleh P2 (116,0 ± 4,69 g/ekor/hari), dan terendah pada P0 (108,5 ± 5,01 g/ekor/hari). Konsumsi serat kasar juga menunjukkan pola serupa, dengan P2 (126,7 ± 4,54 g/ekor/hari) dan P1 (124,8 ± 4,16 g/ekor/hari) lebih tinggi dibandingkan P0 (114,8 ± 5,03 g/ekor/hari). Peningkatan konsumsi protein dan serat kasar pada perlakuan P1 dan P2 mengindikasikan bahwa penambahan tepung bawang putih dan kunyit dalam pakan dapat meningkatkan palatabilitas dan efisiensi konsumsi nutrien. Kedua aditif alami ini diperkirakan memberikan efek sinergis terhadap aktivitas mikroba rumen, tanpa menimbulkan gangguan negatif terhadap pencernaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi bawang putih dan kunyit berpotensi digunakan sebagai aditif pakan alami dalam sistem produksi domba.</p>Sista RizqianaIka Fajar PratiwiAkas Jalu Wicaksono
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246217217510.55678/jstip.v6i2.2772THE USE OF NATURAL FEED ADDITIVES WITH DIFFERENT PROCESSING METHODS ON THE MORPHOMETRICS OF 28-DAY-OLD BROILER CHICKENS
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2789
<p>The use of synthetic feed additives, especially antibiotic growth promoters (AGP), in livestock has now been banned by the government because it has the potential to leave residues in livestock products. Therefore, herbal plants are a potential alternative as a natural feed additive to replace the use of synthetic feed additives. This study aims to determine the use of natural feed additives with different processing methods and their effects on the morphometrics of broiler chickens aged up to 28 days. The method used in this study is the Completely Randomized Design (CRD) method with 3 treatments and 9 replications, consisting of R0: Providing drinking water without herbs (control), R1: Providing drinking water + 18.9 ml of boiled herbs, and R2: Providing drinking water + 18.9 ml/L of distilled herbs. The parameters measured were back length, wing length, tibia length, chest width, head circumference, and shank length. Data were analyzed using analysis of variance; the statistical results obtained had a significant effect, followed by the Duncan test. The analysis results showed that the administration of herbs with different methods had a significant effect (P<0.05) on the increase in back length, wing length, tibia length, chest width, and head circumference, while it had no significant effect (P>0.05) on the increase in shank length of broiler chickens. It was concluded that the use of natural feed additives with a distilled processing method provided the best results for broiler chicken morphometrics.</p>Maria Karolina Deko
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246217618710.55678/jstip.v6i2.2789Performance Of Native Chickens (Gallus Gallus Domesticus) Fed Papaya Leaf Flour (Carica Papaya L.) at Different Levels in Their Diet
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2791
<p>This study aimed to determine the effect of adding papaya leaf flour (Carica papaya L.) to the diet on the production performance of native chickens. The subjects used in this study were 20 native chickens. The method used in this study was an experimental design with 4 treatments and 5 replicates. This study used the following treatment levels: P0 (control diet), P1 (2% papaya leaf flour), P2 (4% papaya leaf flour), and P3 (6% papaya leaf flour). The results of the statistical analysis indicate that treatments P0, P1, P2, and P3 in native chickens had a significant effect (P > 0.05) on body weight gain and feed conversion ratio but did not affect feed intake. The average feed intake was 71.92–74.45 grams/bird/day, the average body weight gain was 37.44–65.19 grams/bird/day, and the average feed conversion ratio was 1.17–2.01. The conclusion of this study on the use of papaya leaf flour in chicken diets is that it can be used at a level of up to 4% because it increases feed intake, body weight, and feed conversion in native chickens</p> <p> </p>La Ode Syawal Sulaeman
##submission.copyrightStatement##
2026-08-252026-08-256218819610.55678/jstip.v6i2.2791MORPHOMETRIC DEVELOPMENT OF PRE-WEANING THIN-TAILED LAMBS RECEIVING CREEP FEED
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2804
<p>This study aimed to observe the effect of creep feeding on pre-weaning morphometric growth of thin-tailed lamb. Eight head lambs were divided into two groups which consisted of four lambs, the first group was given creep feed (CF) whereas the second group was not given creep feed (NCF). Lambs were raised together with their dams in the individual pen up to 90 days. The body frame was measured monthly. The body measurement variables included body length (BL), heart girth HG), wither height (WH), hip height (HH), chest width (CW), hip width (HW), and chest depth (CD). The data obtained were analyzed using Independent Sample T-test. The results showed that BL, HG, WH, HH, CW, HW, and CD gain of group CF vs C0 were 7.99±0.66 vs 6.50±0.79 cm/month, 10.91±0.95 vs 8.75±0.78 cm/month, 6.83±0.33 vs 5.91±0.87 cm/month, 6.91±0.31 vs 5, 91±0.62 cm/month, 4.66±0.27 vs 4.00±0.54 cm/month, 2.58±0.32 vs 2.16±0.32, 4.08±0, 57 vs 3.08±0.16 cm/month, respectively. The average daily gain of CF vs C0 were 0.11±0.09 vs 0.07±0.05 kg/day. Body length, hearth girth, wither height, and chest depth of lambs which were given creep feed were higher (P<0.05) than those of lambs without given creep feed. It was concluded that creep feed increases pre-weaning growth of thin-tailed lamb from birth to 90 days old age.</p>Hamdani Maulana
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246219720110.55678/jstip.v6i2.2804ANIMAL WELFARE ANALYSIS (BALI COW) FROM A HALAL STATUS POSTMORTEM AT RPH PALOPO CITY
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2820
<p>This study aims to analyze the welfare of animals (Balinese cattle) on the halal status of postmortem at the Slaughterhouse (RPH) of Palopo City. The focus of the research includes an overview of slaughtering practices, the influence of technical factors of slaughter on the time of death of Balinese cattle, and the implications of research results on the implementation of regulations and the development of training for Halal Slaughterers (Juleha). The study used a quantitative descriptive approach with multiple linear regression analysis. The study variables consisted of gender, age, number of knife pulls, and body weight at the time of death of cows after slaughter. The results of the study showed that simultaneously the research variables had a significant effect on the time of death of Balinese cattle with an F value of 3.695 and a significance of 0.010 < 0.05. Partially, sex and body weight had a significant effect on the time of death, while age and the number of knives pulled had no significant effect. A coefficient of determination value (R²) of 0.212 indicates that biological and technical factors only explain 21.2% of the variation in time of death. At the same time, the rest is influenced by other factors such as operator skills, animal conditions, restraining techniques, and knife sharpness. The findings of the study show that the quality of handling, the accuracy of cutting techniques, and the competence of halal slaughterers are very important in accelerating the death process and minimizing animal suffering. This study concludes that the implementation of animal welfare standards and halal principles at RPH Palopo City requires increasing SOPs, technical supervision, and Juleha training based on animal welfare and evidence-based slaughtering.</p>Rahmawati Rahmawati
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246220221410.55678/jstip.v6i2.2820characteristics of ROTE lamb meat floss with different body condition scores (BCS)
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2838
<p>This study aims to determine the effect of Rote sheep meat from different Body Condition Scores (BCS) on the organoleptic quality, moisture content, yield, and cholesterol content of the meat floss. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments: P1: SKT 2 (lean) lamb meat, P2: SKT 3 (slightly fat) lamb meat, P3: SKT 4 (fat) lamb meat, with 4 replicates. Data on color, aroma, taste, and tenderness were analyzed using the non-parametric Kruskal Wallis test; if differences were found among treatments, the analysis was continued with the Mann-Whitney test. The data on yield, cholesterol, and moisture content were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and if differences were found among the treatments, the Duncan Multiple Range Test (DMRT) was conducted. The results of this study indicate that Rote sheep meat from different SKTs had a significant effect (P < 0.05) on the aroma, tenderness, yield, cholesterol, and moisture content of the abon. Meanwhile, Rote sheep meat from different SKTs did not have a significant effect (P > 0.05) on the color and taste of the abon.</p>Lanina Nubatonis
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246221522310.55678/jstip.v6i2.2838PENGARUH PENAMBAHAN PATI GARUT TERMODIFIKASI (Maranta arundinacea L.) PADA YOGHURT TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK ES KRIM YOGHURT
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2850
<p><em>Yogurt ice cream is a frozen dairy product made from yogurt through mixing, agitation, and freezing processes. One of the common problems in ice cream production is the formation of large ice crystals, which results in a coarse texture. The use of starch as a stabilizing agent has been reported to improve ice cream quality, particularly by enhancing texture and product stability. Therefore, modified arrowroot starch has the potential to be used as a stabilizer to produce yogurt ice cream with improved characteristics. This study aimed to evaluate the effect of modified arrowroot (Maranta arundinacea L.) starch as a stabilizer on the chemical characteristics (pH, titratable acidity, and crude fiber content) and organoleptic properties (color, aroma, taste, texture, and overall acceptability) of yogurt ice cream. A non-factorial Completely Randomized Design (CRD) was used for chemical analyses, while a non-factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) was applied for organoleptic evaluation, with four treatments and four replications. The treatments consisted of P0 (0%), P1 (1%), P2 (2%), and P3 (3%) modified arrowroot starch. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) when significant differences were detected. The results showed that the addition of modified arrowroot starch significantly affected (P<0.05) pH, titratable acidity, crude fiber content, texture, and overall acceptability of yogurt ice cream. However, it had no significant effect (P>0.05) on color, aroma, and taste. The best treatment was P3 (3% modified arrowroot starch), which resulted in a pH value of 4.71, titratable acidity of 0.34%, crude fiber content of 0.73%, color score of 3.80 (yellowish white), aroma score of 3.50 (slightly yogurt-like aroma), taste score of 3.73 (sweet and slightly sour), texture score of 4.07 (smooth), and overall acceptability score of 4.27 (liked).</em></p>Dewiarum Sari
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246222424010.55678/jstip.v6i2.2850ANALISIS PERFORMA AYAM BROILER DAN PENDAPATAN USAHA PADA KANDANG CLOSED HOUSE DI PT. ABC
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2907
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan pendapatan usaha peternakan ayam broiler di lantai atas dan bawah, dengan fokus pada volume produksi, di PT. ABC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja dan pendapatan usaha peternakan ayam broiler dengan populasi 23.900 ekor di lantai atas dan 25.000 ekor di lantai bawah di PT. ABC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja produksi usaha peternakan ayam broiler di PT ABC dengan populasi 23.900 ekor di lantai atas adalah: deplesi = 4%, ABW = 2,09 kg, FCR = 1,471, umur panen = 28,84 hari, dan IP = 473. Kinerja PT. Aspek ekonomi untuk populasi ternak PT ABC di lantai bawah sebanyak 25.000 ekor adalah: penyusutan = 5,59%, ABW = 2,04 kg, FCR = 1,498, umur panen = 28,26 hari, dan IP = 457. Aspek ekonomi untuk populasi ternak di lantai atas sebanyak 23.900 ekor menunjukkan: biaya produksi = Rp. 795.109.537, pendapatan = Rp. 961.368.500, dan laba = Rp. 166.258.963. Untuk populasi ternak di lantai bawah sebanyak 25.000 ekor: biaya produksi = Rp. 815.258.179, pendapatan = Rp. 965.964.500, dan laba = Rp. 150.706.321. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa IP (Indeks Kinerja) yang diperoleh dalam usaha peternakan ayam broiler di PT ABC untuk populasi lantai bawah (25.000 ekor) adalah 457, lebih rendah dari populasi lantai atas (23.900 ekor) yang sebesar 473, dengan perbedaan sebesar 16 poin (bukan persentase). Pendapatan yang diperoleh dari usaha peternakan ayam broiler di PT. Lantai atas ABC yang populasinya 23.900 ekor lebih tinggi dibandingkan lantai bawah yang populasinya 25.000 ekor, dengan selisih Rp. 15.552.642.</span></span></p> <p> </p>kadek hatma saputra
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246224124910.55678/jstip.v6i2.2907ANALISIS STATISTIK PROPORSI KONTRIBUSI USAHA TERNAK SAPI POTONG TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA BULOTALANGI, KECAMATAN BULANGO TIMUR
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2633
<p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pendapatan rumah tangga peternak dan menguji signifikansi kontribusi usaha ternak sapi potong di Desa Bulotalangi, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan melibatkan 67 responden peternak sapi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan analisis pendapatan usaha tani serta uji statistik proporsi (Uji Z). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total pendapatan rumah tangga responden adalah sebesar Rp 46.105.970/tahun. Struktur pendapatan didominasi oleh sektor non-peternakan sebesar 53%, diikuti oleh usaha ternak sapi potong sebesar 37%, dan ternak non-sapi sebesar 10%. Meskipun secara nominal kontribusi usaha ternak sapi lebih kecil dibandingkan pendapatan dari sektor non-agraris, hasil analisis Uji Z menunjukkan nilai Z-hitung (3,21) yang lebih besar dari Z-tabel (1,65) pada taraf kepercayaan 95%. Temuan ini membuktikan bahwa kontribusi usaha ternak sapi potong adalah signifikan secara statistik terhadap struktur ekonomi rumah tangga. Disimpulkan bahwa meskipun diversifikasi ke sektor non-peternakan memberikan arus kas yang lebih besar, usaha ternak sapi potong tetap memegang peranan vital dan signifikan dalam menopang stabilitas ekonomi rumah tangga peternak di wilayah pedesaan.</p> <p>Kata kunci: Sapi potong, Pendapatan rumah tangga, Uji Z, Diversifikasi usaha, Peternak rakyat</p> <p><em> </em></p> <p><em>Abstract</em></p> <p><em>This study aims to analyze the structure of farmer household income and test the significance of the contribution of beef cattle farming in Bulotalangi Village, Bone Bolango Regency. The research employed a census method involving 67 beef cattle farmers as respondents. Data were collected through interviews and analyzed using farm income analysis and the proportion statistical test (Z-test). The results showed that the average total household income was IDR 46,105,970 per year. The income structure was dominated by the non-livestock sector at 53%, followed by beef cattle farming at 37%, and non-cattle livestock at 10%. Although the nominal contribution of beef cattle farming was smaller compared to the non-agrarian sector, the Z-test result showed a Z-count (3.21) greater than the Z-table (1.65) at a 95% confidence level. These findings prove that the contribution of beef cattle farming is statistically significant to the household economic structure. It is concluded that while diversification into non-livestock sectors provides greater cash flow, beef cattle farming remains a vital and significant</em>.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Beef cattle, Household income, Z-test, Business diversification, Smallholder farmers.</em></p>Yusran UmarMoh Muchlis DjibranAditya DjainiMerita Ayu Indrianti
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246225025810.55678/jstip.v6i2.2633Nutritional Composition of Elephant Grass (Pennisetum purpureum) Following the Application of Organic Fertilizer Derived from Animal Faeces Combined with Fruit Waste
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2961
<p><strong><em>This research was conducted to evaluate the nutritional composition of elephant grass (Pennisetum purpureum) following the application of organic fertilizers derived from animal faeces combined with fruit waste. The experiment used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates. P0 = elephant grass (control), P1 = elephant grass + (rabbit faeces and fruits waste (RFAWF) 200g/polybag, P2 = elephant grass + goat feces and (fruits waste) 200g/polybag, P3 = elephant grass + cow feces and fruits waste 200g/polybag dan P4 = elephant grass + buffalo feces and fruits waste 200g/polybag. The results showed that the application of organic fertilizers derived from livestock manure combined with fruit waste had a significant effect (P < 0.05) on crude protein and crude fiber contents, but had no significant effect (P > 0.05) on moisture content, crude fat, nitrogen-free extract (NFE), and ash content. It can be concluded that organic fertilizers derived from animal faeces combined with fruit waste have the potential to improve the nutritional quality of elephant grass. The treatment using rabbit faeces combined with fruit waste was the best treatment, as it produced the highest crude protein content and superior nutritional quality compared with the other treatments.</em></strong></p>Rika Hari Lestari
##submission.copyrightStatement##
2026-08-242026-08-246225926710.55678/jstip.v6i2.2961MODEL PERENCANAAN STRATEGIS PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN PAGUYAMAN KABUPATEN BOALEMO (Studi Kasus Pendekatan R-O-N)
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2533
<p>Peternakan sapi potong merupakan salah satu sub sektor pada sektor pertanian yang penting dalam perekonomian Indonesia terutama dalam penyediaan protein hewani dan peningkatan pendapatan masyarakat. Permintaan daging dalam negeri menunjukkan peningkatan seiring pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya protein asal hewani berupa daging. Berbagai kendala yang sering dihadapi oleh peternak sapi potong rakyat. Diperlukan suatu model perencanaan strategi yang tepat untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong rakyat yang diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah sistematis dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bertujuan untuk menganalisis potensi yang ada pada <em>Resources-Organization-Norms </em>(R-O-N) dan merumuskan model perencanaan strategis untuk mengembangkan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Desa yang terpilih menjadi lokasi penelitian sebanyak delapan desa yaitu Desa Saripi, Karya Murni, Tangkobu, Bongo IV, Rejonegoro, Bongo Tua, Girisa dan Wonggahu. Pemilihan desa-desa tersebut didasarkan pada luas wilayah yang jumlahnya mencapai setidaknya 50% dari luas Kecamatan Paguyaman. Pemilihan sampel penelitian (responden) dilakukan dengan metode <em>purposive sampling </em>(sengaja) dengan teknik <em>snowball sampling </em>yang didasarkan pada pertimbangan yang terkait dengan tujuan penelitian dan diperoleh sebanyak 96 responden. Pendekatan menggunakan potensi R-O-N atau Sumberdaya-Kelembagaan- Norma dilakukan untuk mengetahui komponen yang harus diperbaiki dan didukung demi optimalisasi dan penguatan kelembagaan atau entitas usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kondisi usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman memiliki potensi yang ada pada komponen R-O-N sebagai berikut: (a) Komponen pada <em>resources</em>: kepemilikan lahan menurut luas belum ideal sebagai sumberdaya usaha peternakan sapi potong, lahan belum dimanfaatkan sebagai budidaya sumber hijauan pakan ternak dan manajemen dan fasilitas kandang belum memadai; (b) Komponen pada <em>organization</em>: peran dan keberadaan penyuluh peternakan belum optimal dan sulitnya akses ke lembaga keuangan; (c) Komponen pada <em>norms</em>: tingkat kesadaran berusaha (<em>business awareness</em>) untuk mengembangkan usaha peternakan masih perlu ditingkatkan; (2) Model perencanaan strategis untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman berdasarkan komponen R-O-N adalah sebagai berikut: (a) Pelatihan dan akses</p> <p> </p> <p>pembiayaan. Kegiatan ini dapat meliputi optimalisasi pemanfaatan lahan, bahan pakan lokal dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia; (b) Penguatan kelembagaan dan jejaring, melalui revitalisasi kelompok ternak, peningkatan peran penyuluh dan pembentukan jejaring mitra ekonomi; (c) Edukasi kewirausahaan yaitu peningkatan kesadaran berorientasi usaha dan pemberdayaan nilai-nilai gotong royong. Secara keseluruhan model perencanaan strategis untuk pengembangan usaha peternakan sapi potong rakyat di Kecamatan Paguyaman adalan model berbasis komunitas. Implikasi penelitian ini adalah bahwa model R-O-N dapat digunakan sebagai pendekatan konseptual dan praktis untuk membangun strategi pengembangan peternakan rakyat berbasis potensi lokal. Penerapan model ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi peternak dan meningkatkan kontribusi terhadap penyediaan daging sapi nasional.</p>Wahyu SulistyoIndah Mustika SariSusan MokoolangIshak KorompotRamlan Pomolango
##submission.copyrightStatement##
2026-08-252026-08-256226827610.55678/jstip.v6i2.2533EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF KETAPANG LEAVES (Terminalia Catappa) THROUGH DRINKING WATER ON BROILER CHICKEN PRODUCTIVITY
https://www.jurnal.umsrappang.ac.id/jstip/article/view/2795
<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">ABSTRAK</span></span></strong></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Meningkatnya permintaan protein hewani, terutama dari ayam broiler, harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas ayam broiler. Antibiotik Peningkat Pertumbuhan (AGP) diketahui dapat meningkatkan performa pertumbuhan ayam broiler; namun, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan residu antibiotik dan resistensi antimikroba. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif alami yang aman dan efektif. Daun ketapang ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Terminalia catappa</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, fenol, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai agen antibakteri dan antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun ketapang yang diberikan melalui air minum terhadap produktivitas ayam broiler, termasuk konsumsi pakan, peningkatan berat badan (BWG), dan Rasio Konversi Pakan (FCR). Sebanyak 60 ekor ayam broiler strain MB 202 berumur 8–28 hari dipelihara di kandang semi-tertutup menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol), P1 (0,1 ml/100 ml air minum), P2 (0,2 ml/100 ml air minum), dan P3 (0,3 ml/100 ml air minum). Data dianalisis menggunakan ANOVA diikuti dengan uji Duncan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun ketapang memiliki pengaruh signifikan (P<0,05) terhadap konsumsi pakan, BWG, dan FCR. Perlakuan P2 menghasilkan BWG tertinggi (1430,32 g/ekor) dan nilai FCR terendah (1,24). Ekstrak etanol dari daun ketapang berpotensi digunakan sebagai aditif pakan alami untuk menggantikan AGP dalam meningkatkan produktivitas ayam broiler.</span></span></p>ali akbar gozali
##submission.copyrightStatement##
2026-09-022026-09-026227728110.55678/jstip.v6i2.2795